Kamis, 24 Desember 2009

Dongeng

Kini aku membenci dongeng.
Membenci kisahnya yang berakhir bahagia.
Membenci kisahnya yang menjual mimpi.
Mimpi yang seolah mudah terkabul.
Mimpi yang seolah nyata!
Aku muak!

Karena, aku sadar.
Tak semua kisah berakhir indah.
Tak semua kisah berakhir saat
Sang putri bertemu pangerannya.
Klasik!

Kisahku pun begitu.
Berakhir saat aku berusaha memulainya.
Berakhir saat aku berusaha memilikinya.
Datar. Tanpa emosi, walau ku rasa sakit.

Tak dapat kucegah.
Tak dapat ku hindari perpisahan itu.
Karena sesungguhnya kisahku,
Tak ku awali dengan mimpi.

Mungkin dongeng-dongeng itu,
Berakhir bahagia, karena diawali mimpi.
Tapi aku sudah tak sanggup bermimpi.
Aku takut bermimpi lagi.

Aku terlalu takut untuk merasa sakit lagi.
Aku takut kecewa.
Walau aku harus menatap hidup ke depan.
Tuhan...
Tolong aku!
Jika aku menemukan pangeran itu,
Jadikan kisahku seindah kisah dongeng, negeri mimpi.
Buatlah aku percaya akan mimpi dalam negeri dongeng itu.


7 Mei 2007

Senin, 21 Desember 2009

Memori Langit Jingga

Yasmin masih terpaku pada warna jingga langit sore itu. Tatapannya jauh ke depan. Pohon kelapa di depan rumah melambai-lambai tertiup angin. Suasana seindah ini seharusnya sangat inspiratif untuk seorang penulis seperti Yasmin. Tapi tidak kali ini, air mata tanpa sadar membasahi pipi meronanya.

Dana.
Semua memori tentang lelaki itu terus berulang di benak Yasmin.

Sore itu Yasmin bersiap menjemput Dana di airport. Dana pulang setelah 3 tahun melanjutkan studi di Belanda. Dan setelah hari itu Dana akan menepati janjinya. Janji 3 tahun yang lalu di bukit bintang.
"Aku gak akan lama kok, Yasmin. Aku janji, setelah aku pulang, aku akan melamar kamu. Kita akan jadi keluarga yang bahagia. Aku sayang banget sm kamu. Tunggu aku ya!"
Kata2 semanis itu yang membuat Yasmin bertahan dengan hubungan jarak jauh dengan Dana.

2jam sebelum pesawat tiba, Yasmin sudah berada di bandara. Wajahnya gelisah, beberapa kali iya ke kamar mandi, memastikan semua baik. Makeup, pakaian, dll.
Tapi,
30menit sebelum pesawat tiba,sebuah pengumuman membuat Yasmin lemas dan hampir pingsan. Pesawat yang di tumpangi Dana, mengalami kecelakaan. Belum bisa di pastikan apakah penumpang bisa di selamatkan.
Pandangan Yasmin kabur. Gelap.

Dana tak pernah pulang.
Dana tak pernah menepati janjinya.
Dana meninggalkan Yasmin.
Dana tak terselamatkan.

Sore itu, langit jingga. Pemakaman Dana berjalan lancar. Yasmin tak mampu beranjak dari tempat pemakaman. Ia terduduk, menangis.
Sejak saat itu, Yasmin membenci langit jingga. Langit jingga, membuka luka hatinya. Langit jingga mengingatkannya pada Dana.
Lelaki yang tak pernah ia lupakan.
Lelaki yang menjanjikan indahnya keluarga.