Kamis, 24 Desember 2009

Dongeng

Kini aku membenci dongeng.
Membenci kisahnya yang berakhir bahagia.
Membenci kisahnya yang menjual mimpi.
Mimpi yang seolah mudah terkabul.
Mimpi yang seolah nyata!
Aku muak!

Karena, aku sadar.
Tak semua kisah berakhir indah.
Tak semua kisah berakhir saat
Sang putri bertemu pangerannya.
Klasik!

Kisahku pun begitu.
Berakhir saat aku berusaha memulainya.
Berakhir saat aku berusaha memilikinya.
Datar. Tanpa emosi, walau ku rasa sakit.

Tak dapat kucegah.
Tak dapat ku hindari perpisahan itu.
Karena sesungguhnya kisahku,
Tak ku awali dengan mimpi.

Mungkin dongeng-dongeng itu,
Berakhir bahagia, karena diawali mimpi.
Tapi aku sudah tak sanggup bermimpi.
Aku takut bermimpi lagi.

Aku terlalu takut untuk merasa sakit lagi.
Aku takut kecewa.
Walau aku harus menatap hidup ke depan.
Tuhan...
Tolong aku!
Jika aku menemukan pangeran itu,
Jadikan kisahku seindah kisah dongeng, negeri mimpi.
Buatlah aku percaya akan mimpi dalam negeri dongeng itu.


7 Mei 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar