Jumat, 12 April 2013

Doa untuk cinta

Aku mungkin tidak sekuat itu. Aku bukan seorang wanita super yang mampu menahan tangis dan amarahnya dengan mudah. Aku merasakannya, ruang kosong dalam hati ketika aku tersadar semuanya hancur. Semua tidak lagi sama. Keluarga bukan lagi pilihan utamaku untuk mengadu tentang perihnya luka atau berbagi tangis bahagia. Terkadang justru keluarga yang kembali menoreh luka baru dalam diri. Lalu aku tersadar satu hal, aku tidak hidup untuk hari ini. Aku hidup untuk seribu tahun kedepan. Jalanku masih panjang dan aku tak mungkin tinggal dan terbelenggu dalam gelap masa lalu.

Aku bertemu kamu. Kamu membawa cerita baru dalam hidupku. Ada sedikit cahaya digelapku, itu kamu. Cahaya itu mulai menerangi jalanku menuju bahagia, menyembuhkan luka yang dibuat oleh masa lalu. Seolah Tuhan menjawab satu persatu doaku. Tuhan mengirim kamu untuk mendampingi aku, memegang tanganku, menuntunku saat aku mulai lelah berjalan. Aku berharap kamu tinggal lebih lama, bertahan lebih lama untukku. Hingga Tuhan meminta maut memisahkan kita.

Tuhan, sombongnya aku jika aku tak bersyukur kau mempertemukan kami. Maka biarkan rasa ini kekal. Biarkan Ia menjadi titik diakhir ceritaku tentang mencari bahagia. Biarkan Ia menjadi Amin disetiap doa yang kuminta padaMu. Aku yakin Kau punya rencana besar untuk kami.

Aku berjanji untuk terus menyayangimu, menjaga rasa ini, dan menjadi sosok yang terbaik yang pernah mendampingimu. Berbagi cerita tentang hidup, suka dan duka, airmata bahagia dan segala nya akan kita lalui bersama. Aku tak perduli kita akan menua dan keriput. Aku tak perduli bagaimana kita akan hidup kelak. Aku yakin kita mampu melewati semuanya. Seburuk apapun situasinya, kita akan selalu menemukan jalan untuk mengatasinya selama kita bersama, karena aku menyayangi kamu.

Tolong jaga ia untukku, Tuhan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar