Rabu, 01 Mei 2013

Past

"Kenapa meributkan masa lalu saat kita tau apa yang kita jalani ini untuk masa depan?"


"Masa lalu mungkin bisa kau jadikan tempat singgah, tapi ingatlah kemana kau harus  pulang."


"Aku mungkin tidak dewasa karena meributkan masa lalu mu. Tapi ingatlah, itu kulakukan karena aku tak mau masa lalu membayang-bayangi masa depanku bersamamu."


"Semua yang berlebihan itu tidak baik, kata mereka. Mungkin aku juga tidak boleh mencintaimu terlalu dalam. Haruskan begitu?"


"Tuhan menciptakan kedua mata di depan, agar kita menatap jauh untuk masa depan. Bukan masa lalu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar