"Merasa dicintai sebegitunya, kadang membuat kita berlaku seenaknya, lupa, bahwa Ia bisa pergi kapan saja."
Apa aku mencintai dia sebegitunya? Sehingga berulang-ulang aku berada diposisi ini. Atau hanya aku si bodoh yang terus-terusan membuatnya jengkel? Tapi kupikir semua orang bisa berbuat salah, dan semua orang pantas memaafkan atau dimaafkan. Bukan maksudku mengungkit apa yang sudah pernah terjadi, tapi rasanya tak pernah sama bagaimana aku menyikapi kesalahannya dan bagaimana dia menyikapi kesalahanku. ya, mungkin itu karena aku yang terlalu mencintainya. aku bahkan lupa bagaimana cara membencinya.
seperti saat ini, aku hanya bisa menangisi sikapnya yang sudah berhari-hari mendiamkanmu. seakan tak perduli dengan apa yang terjadi padaku. bagaimana keseharianku, dimana aku, dengan siapa, apa aku baik-baik saja atau apapun tentangku dia tampak tak perduli, sedangkan aku terus-terusan berusaha mencairkan suasana, menanyakan kabarnya, bahkan mengajaknya berbicara walaupun yang kudapat hanya sepatah dua patah kata, atau bahkan tak di gubrisnya sama sekali,
apa yang terjadi pada kami?
hari pernikahan semakin dekat, tapi masalah yang datang tak kunjung usai. lagi dan lagi. entahlah, mungkin memang sudah seharusnya kami mengalami masa sulit seperti ini untuk menguji kekuatan kami sebagai pasangan yang akan menikah. Cobaan menikah -katanya. tapi apalah artinya ini kalau cara menyikapinya masih sama seperti saat pacaran di bulan bulan awal?
toh dia masih dengan caranya yang cooling down dengan diam, tanpa mau berinteraksi denganku. dan aku yang terus terusan memohon agar kondisi kembali normal. dia mungkin lupa kalau aku juga layaknya manusia lain, punya batas kesabaran. entah kapan kesabaran itu habis, yang pasti disaat itu habis, entah apa yang akan terjadi. aku bisa saja bertindak gila diluar nalar. siapa yang tau?
aku mencintainya sebegitunya. ya, memang.
aku bahkan tak bisa membencinya walau ia pernah menyakitiku, dalam,
aku pasti akan luluh saat dia menggenggam tanganku atau memelukku,
aku semudah itu memaafkannya.
ya, aku memang mencintainya sebegitunya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar