Minggu, 03 Januari 2010

tetes terakhir

Setetes hujan yang turun, mengingatkanku padamu.
Khayalku melayang, jauh.
Membayangkan masa indah itu.
Membayangkan bahagia itu.
Angin membisikkan namamu.
Lalu aku sadar, kau hanya sebuah bayang masa lalu.
Aku telah berjanji pada tetes hujan untuk tersenyum,
Aku berjanji pada setiap butirannya untuk menatap ke depan dan melupakan semua yang melemahkanku.
Hujan, sampaikan rinduku padanya.
Aku tidak akan mati, aku kuat.
Ini hanya membuatku tak bisa berjalan seperti dulu.
Ini hanya membuat senyumku semu.
Tapi aku hidup, aku berjanji pada tetesnya.
Tetesan itu yang akan ku ingat, tetes itu yang menguatkanku.
Tetes terakhir itu yang menjadi saksi kau berarti untukku.
Tetes itu ku simpan dalam hati.
Aku pun tak tau kapan ini berakhir, kapan ini usai?
Yang kutahu, kini kau benar2 pergi.
Tak ku dengar lagi suara mu.
Tak ku dengar lagi rayu manjamu.
Dan, aku hanya punya setetes hujan untuk mengingatmu.
Simpan segalanya dalam hatimu.
Ingatlah, aku selalu menyimpanmu dalam hatiku. Selalu.

A
03/01/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar